Latest News

Comments System

blogger/disqus/facebook
Featured
Featured

Gallery

Technology

Video

Games

Recent Posts

Monday, July 23, 2018

Nang Neng Nong

Maaf sayang jika senyum menepi di jarak bisu
Pada waktu ku berjanji
Masih dirimu

Mana kala ulur sedihmu memanjang
Itu bukan aku yang membuatnya
Melainkan resah kerinduan

Nang neng nong. . .
Itu bunyi dering hp ku
Bertanda kamu sempatkan aku
Meskipun aku belum
Tapi bukan tidak

Hingga story bertanya.

Batu, 24 juli 2018

Saturday, February 17, 2018

BAIT-BAIT TANAH SIPELOT


Kenapa Harus Bait yang dulu?

Kamu membuka bait-bait sejarah yang terlupakan
Se-enaknya kamu tanpa harus perlahan
Sehingga asyik atau mau memerahkan rautku didepan para canda

Aku jawab iya dalam kebenaran bait yang kamu benarkan
Meskipun aku harus merubah raut tanpa kesadaran

Hingga terkadang mengembang pada lubuk
Pada rinduku yang dulu busuk



Memanjakan dengan Matamu

"kau seakan tidak melihat?" itu katamu pada awal kita bisu
Ah, tidaklah bukan bermaksud hal yang demikian
Justru ingin memanjakan sapamu yang pernah bersemi

Dari jauh masih terlihat mata angkuh yang rona
Senyum masih merekah dari pana
tidak ada penat di mata

sehingga bias tidak pernah sirna

*uha

Ayah


Masih ku tak bisa menggambarkanmu dalam sketsa garis tulang punggungmu
Mengukir kerja kerasmu menahan lututmu yang telah kaku
Masih kau terus pahatkan walaupun keras batu yang kau ukir
Masih kau coba paksakan dengan keikhlasanmu

Tak pernah memikirkan rapuhnya tulang punggungmu
Dengan memaksakan berdiri tegak dari lututmu yang telah kaku
Menjadikan anakmu ini tetap rindang pada semesta keindahan

Aku tak bisa menggambarkanmu ayah…..

Meniru segala keikhlasanmu setiap kau paksa berdiri tegak
dari jauh mewarnai pelangi yang masih tak pernah membalikkan pancaran warna
seakan tak berguna bagi keikhlasanmu

*uha_creet

Saturday, November 18, 2017

Minyak Atsiri Kulit Jeruk sebagai Pemanfaatan Antibakteri

Mulut merupakan saluran utama pencernaan manusia. Fungsi dari mulut adalah menghancurkan makanan agar mudah dicerna di dalam tubuh. Mulut adalah tempat ideal berkembangbiaknya berbagai macam mikroorganisme. Penyakit pada mulut yang sering menyerang manusia adalah peradangan amandel dan tenggorokan atau radang mulut (faringitis). Penyakit mulut sangat berhubungan erat dengan kebersihan mulut (Sabrina, 2015).

Bakteri Streptococcus pyogenes merupakan salah satu bakteri yang hidup pada flora normal mulut dan tenggorokan manusia yang dapat berubah menjadi bakteri patogen apabila kekebalan tubuh manusia menurun. Streptococcus pyogenes dapat menyebabkan infeksi supuratif seperti tonsilitis, impetigo dan penyakit invasif seperti infeksi tulang, radang otot, serta meningitis (Cunningham, 2000). Streptococcus pyogenes dapat menyerang saluran pernafasan atas sehingga timbulnya infeksi pada daerah belakang langit-langit dan amandel yang dapat mengakibatkan kesulitan menelan makanan (CDC, 2013).

Pemanfaatan tanaman obat atau bahan obat yang berasal dari alam pada umumnya bukan merupakan hal baru dalam kehidupan manusia.Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle). Buah jeruk nipis mempunyai efek farmakologis sebagai anti demam, mengurangi batuk, sebagai antiseptik untuk obat kumur pada penderita sakit tenggorokan atau abses tenggorokan dan penyegar nafas (Hariana, 2006).
Limonen merupakan salah satu komponen senyawa di dalam minyak atsiri yang bermanfaat sebagai antibakteri. Senyawa tersebut banyak di temukan dalam kulit jeruk yang berfungsi sebagai pemberi aroma yang khas pada tanaman. Limonen banyak digunakan dalam industri makanan maupun industri kosmetika sebagai bahan baku flavor (Ismanto dan Wilianto, 2010). Dalam kehidupan sehari-hari, kulit buah jeruk biasanya hanya dibuang dan sarinya yang dimanfaatkan untuk diolah menjadi berbagai macam produk. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan kulit buah jeruk untuk keperluan kesehatan dan lainnya untuk mengurangi limbah kulit jeruk (Sukarmin dan Ihsan, 2008).

Minyak atsiri tersusun atas senyawa yang mudah menguap (volatile oils) dan beraroma khas yang diambil dari bagian-bagian seperti daun, buah, bunga, biji, kulit, akar, batang, serta rimpang tanaman sehingga diperlukan cara khusus untuk memperoleh minyak atsiri (Rusli, 2010; Effendi dan Wijanarko, 2014). Menurut Ketaren (1990), cara yang dilakukan untuk mendapatkan minyak atsiri adalah dengan metode destilasi uap-air (steam-water destilation), destilasi dengan air (water destilation) atau dengan destilasi uap (steam destilation).

Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Putri (2012) mengenai pemeriksaan kandungan senyawa minyak atsiri kulit buah jeruk nipis dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terkandung pada minyak atsiri kulit buah jeruk nipis sebagai antibakteri adalah golongan terpenoid. Minyak atsiri diperoleh dengan metode destilasi uap-air. Minyak atsiri yang didapat kemudian dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu 5%, 2,5%, 12,5%, 0,625%, dan 0,3125%.
Uji aktivitas dilakukan dengan metode pengenceran ganda (dilusi cair). Hasil penelitian tersebut menunjukkan minyak atsiri kulit buah jeruk nipis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne
dengan kadar hambat dan kadar bunuh minimum sebesar 1,25%. Dari analisis menggunakan kromatografi gas-spektroskopi massa diketahui kandungan senyawa antibakteri dari minyak atsiri kulit buah jeruk nipis adalah senyawa β-Pinena, limonen, Z-citral, β-mirsene, dan E-sitral.


Penelitian lain oleh Vajriana (2013) mengenai aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit buah jeruk nipis yang diperoleh menggunakan metode destilasi uap dan air. Minyak atsiri kemudian diencerkan menggunakan Tween 80 sehingga tercapai konsentrasi 30%, 40%, 50%, 60% dan 70%. Berbagai konsentrasi minyak atsiri serta amoksisilin 30 µg sebagai kontrol positif kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan kertas cakram (metode Kirby Bauer). Hasil penelitian diamati dengan terbentuknya Daerah Hambatan Pertumbuhan (DHP) di sekitar cakram. Hasil penelitian tersebut menunjukkan minyak atsiri kulit buah jeruk nipis memiliki pengaruh yang nyata dalam menghambat pertumbuhan isolat Staphylococcus aureus seiring dengan besarnya konsentrasi yang digunakan dalam pengujian, dimana konsentrasi optimalnya pada konsentrasi 60% dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 20,00 mm.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Laksa (2015) mengenai kadar hambat minimum dan kadar bunuh minimum minyak atsiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Salmonella typhi. Minyak atsiri pada penelitian ini diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan metode destilasi uap dengan dietil eter kemudian diencerkan dengan PEG sehingga tercapai konsentrasi 0,025%, 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, 1,6%, dan 3,2%. Penelitian ini hanya dapat menghasilkan kadar bunuh minimum dengan konsentrasi 3,2% dengan jumlah bakteri yang tumbuh kurang dari 0,1% jumlah koloni pada inokulum awal sedangkan kadar hambat minimum tidak dapat ditentukan karena minyak atsiri yang dihasilkan dari metode destilasi menggunakan dietil eter berwarna keruh.

Minyak atsiri kulit buah jeruk nipis kaya akan kandungan senyawa monoterpen, salah satunya yaitu limonen. Minyak atsiri dapat diisolasi menggunakan metode destilasi air (hidrodestilasi) menghasilkan minyak atsiri dengan konsentrasi 100%. Minyak atsiri kulit buah jeruk nipis dengan konsentrasi 100% mengandung limonen sebesar 33,33% yang mempunyai aktivitas antibakteri dengan nilai LC50 = 233,71 ppm pada uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan dengan nilai LC50 = 719,87 ppm pada uji insektisida menggunakan larva nistar III nyamuk Aedes aegypti. Suatu senyawa dikatakan aktif dengan konsentrasi maksimal 1000ppm, jika memiliki harga LC50 ≤ 500 ppm dan dikatakan tidak aktif jika memiliki harga LC50> 500 ppm sedangkan senyawa murni dikatakan aktif dan mempunyai sifat bioaktifitas jika memiliki harga LC50
  50 ppm dan tidak aktif jika LC50 > 200 ppm (Astarini, Burhan dan Zetra, 2010; Meyer dan Ferrigini, 1982).

Penelitian yang telah dilakukan oleh Hajati (2015) mengenai pengaruh konsentrasi air perasan jeruk nipis dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dari hasil pemerasan buah jeruk nipis  menghasilkan air perasan dengan konsentrasi 100%. Air perasan jeruk nipis kemudian diencerkan dengan akuades steril sehingga tercapai konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 100%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, Daerah Hambatan Pertumbuhan (DHP) yang semakin besar seiring kenaikan konsentrasi dengan senyawa pembandingnya yaitu levofloxacin.

*Referensi juga bisa di ambil repository.wima.ac.id


Sunday, November 12, 2017

Norfatmawati : Nasihat Diri Kita

Ilmu itu bisa datang dengan usahanya entah itu dari orang bodoh sekali pun, karena disana ada ilmu, hanya saja bagaimana kita memposisikan. Ketika kita bersama keluarga, seorang guru dan dan duduk bersamanya, hal inilah kita akan mendapat hal-hal yang baru. Ada beberapa kalimat yang saya ingin pesankan dalam tulisan ini yaitu, “duduklah bersama ulama dengan akalmu, duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu, duduklah bersama teman dengan adab dan etikamu, duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu, duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu, dan jadikanlah teman bagi dirimu sendiri atas nasihatmu, tidak perlu bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu karena dilangit ada yang lebih mengapresiasinya”.

janganlah kecewa kalau kita sudah memperbaiki diri jangan bersedih bila tak ada yg menerima bahwasanya yg kita lakukan adalah benar menurut keyakinanmu. Kunci kebahagiaan bersikap sama keluarga itu yg bagus semua ini nasehat sang guru, guru dari semua diluar bagian kita.

Duduk dengan ulama hal inilah maksutnya dituntut pake logika karena semua itu penting mengaji dan mengkaji dengan akal agar tidak sesat dan menyesatkan yaitu untuk menentukan kehidupan berikutnya. Kenapa harusi ada ilmu supaya lebih memudahkan kita untuk menyerap dan mengetahui hal-hal yang belum diketahui semuanya, misalnya makan pakai tangan harus tahu cara mengunyah menguyah kan diajari dari kecil hal-hal dasar inilah yang perlu kita pegang kemudian saat berbaur dg pemimpin jangan mau ditokekin apa kata toke hahay kayak tukang dakwah saja.

Bermula ingin memperbaiki diri setelah kita meperbaiki lingkungan kita maka kita melihat diri kita. Maka keheningan langit akan mudah terdengar seperti kajian islam nasihatnya yaitu berbuat baiklah kepada hal yang ada di bumi niscaya langit akan menaungimu, disinila kita harus berbuat baik pada sesama, maka Tuhan kita akan membalas lebih dari itu.


Kita bisa melihat dan menggapai sebuah metode menjalankan jalan yang baik pertama adalah menggunakan akal yang terus dibarengi dg ilmu, yah bisa saja dengan sharing, diskusi sebagai bahan perbandingan bahkan perjalanan untuk menuju kabaikan.

Sekian terimaksih ya shobat, sampai jumpa edisi berikutnya

Tuesday, November 7, 2017

Apa yang Terjadi

Foto Ilustrasi
Mungkinkah bambu yang telah teriris tipis 
menepi didinding pohon 
Menjadi anyaman indah 
untuk membangun sebuah rumah dijauhnya kota

Ataukah menjadi peluka hingga nestapa mejadi goresan perih 

Taukah hujan peluh yang pernah menjadi semburan kedinginan
laksana burung ketakutan
Diranting yang lama tak bersemi dedaunan
Aku tau kau sebenarnya masih belum tau tentang asyiknya permainan yang kau suka 

Ada anak kecil dibelakangmu menertawakan dan bahkan menangisi yang di permainkan
Bahwa kau tidak akan balas panggilan laksana panggilan ibumu
Terlalu nyenyak mimpi yang kau tiduri semalam, sekejap, sekedip menjadi selelap

Aah hanya itu cerita mimpi yang ingin kau tuliskan 
dengan jari manismu yang salah anyaman
Dengan roh batinmu

Terus apa yang terjadi dan yang akan terjadi akhirnya
Apakah lesung pipimu akan memerah cerah pasrah 
pada keadilan dunia yang tidak dengan Tuhan
Lalu dimana rumah itu . . . 

Lalu dimana hitungan anyaman itu
Akupun akhirnya mati ditelan mimpimu

Saturday, January 28, 2017

Habib Prof Quraish Shihab dan Tafsir al-Mizan Syi’ah



Oleh Nadirsyah Hosen

Salah satu alasan Habib Prof Quraish Shihab dituduh beraliran Syi’ah adalah karena dalam kitab tafsir karyanya, yaitu al-Misbah (15 jilid) beliau sering merujuk kepada tafsir al-Mizan karya Muhammad Hussein Thabathaba'i. Bagaimana ceritanya?

Di lemari buku almarhum Abah saya (Prof KH Ibrahim Hosen) ada satu set komplit (21 jilid) tafsir al-Mizan. Sekitar tahun 1990 Abah saya berdecak kagum membaca ulasan dari kitab tafsir ini. Saat itu saya tanyakan kepada Abah kenapa membeli tafsir milik ulama Syi’ah. Abah menjawab, "Ini kitab tafsir bagus, Habib Quraish yang merokemendasikan dan ternyata beliau benar, isinya luar biasa". Saya bertanya, "kalau begitu saya juga boleh membacanya?" Abah mengangguk.

Jadi kekaguman Habib Prof Quraish Shihab terhadap karya Thabathaba'i itu sudah sejak dulu. Itu sebabnya kitab tafsir al-Misbah banyak mengutip Tafsir al-Mizan. Tapi apakah fakta ini menjadikan Habib Prof Quraish seorang Syi’ah? Saya berpendapat, "Tidak!"

Pertama, merupakan hal wajar seorang Profesor seperti Quraish Shihab dan juga Abah saya membaca kitab lintas mazhab. Di lemari buku Abah saya juga terdapat Tafsir al-Kasyaf karya Zamakhsyari yang beraliran Mu'tazilah. Juga ada kitab Nailul Authar karya Syaukani yang berasal dari tradisi Syi’ah Zaidiyah dan kabarnya kemudian beralih ke mazhab Zahiri. Karya Syaukani lainnya yang saya temukan di perpustakaan Abah saya adalah kitab Irsyadul Fuhul yang mengupas Ushul al-Fiqh. Jadi, para guru besar itu memang membaca dan mengoleksi literatur dalam berbagai mazhab. Kalau gak gitu, ya bukan guru besar dong.

Kedua, keliru besar kalau dikatakan tafsir al-Misbah hanya merujuk pada tafsir al-Mizan. Kalau kita baca dengan seksama, Habib Prof Quraish itu sangat mengagumi al-Biqa'i yang menulis kitab tafsir Nazm al-Durar. Karya al-Biqa'i ini menjadi bahan kajian disertasi Habib Prof Quraish Shihab di al-Azhar Cairo. Selain al-Biqa'i dan Thabathaba'i, beliau juga merujuk kepada Tafsir fi Zhilalil Qur'an karya Sayid Quthb dan al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibn Asyur. Jadi, paling tidak ada 4 kitab tafsir utama yang dirujuk oleh Tafsir al-Misbahnya Habib Prof Quraish Shihab: Thabathaba'i yang beraliran Syi’ah Imamiyah, al-Biqa'i yang bermazhab Syafi'i, Sayid Quthb ulama konservatif dari Ikhwanul Muslimin, dan Ibn Asyur ulama progresif bermazhab Maliki.

Selain keempat kitab tafsir utama di atas, Habib Prof Quraish Shihab juga merujuk kepada kitab tafsir lainnya semisal Tafsir al-Wasith karya Sayid Thantawi (mantan Grand Syekh al-Azhar) dan juga kitab tafsir klasik semisal Tafsir al-Qurtubi. Dengan kata lain, tafsir al-Misbah tidak hanya merujuk kepada tafsir Syi’ah karya Thabathaba'i tapi juga kitab tafsir lainnya termasuk tafsir konservatif milik Sayid Quthb. Tentu menakjubkan karya tokoh Syi’ah-Sunni, progresif dan konservatif, klasik-modern semuanya diakomodir dalam tafsir al-Misbah. Ini menunjukkan pendekatan beliau yang luas dan luwes.

Ketiga, meskipun beliau mengutip tafsir al-Mizan karya ulama Syi’ah, namun dalam beberapa pembahasan Habib Prof Quraish Shihab terang-terangan menunjukkan perbedaan pandangan beliau dengan Thabathaba'i. Ini sikap ilmiah beliau. Misalnya yang paling jelas dalam Surat 'Abasa. Sejak lama ulama Sunni berbeda pandangan dengan ulama Syi’ah mengenai apakah Nabi Muhammad yang mendapat teguran Allah dalam surat tersebut atau orang lain. Setelah menguraikan pandangan Thabathaba'i, beliau menulis: "Hanya saja, alasan-alasan yang dikemukakannya tidak sepenuhnya tepat". Dengan kata lain, Habib Prof Quraish Shihab berpandangan sama dengan ulama Sunni dalam surat 'Abasa ini. Ini bukti yang teramat jelas bahwa beliau bukan seorang Syi’ah.

Perbedaan pandangan lainnya bisa terlihat saat membahas surat al-Hujurat ayat 12. Thabathaba'i menganggap larangan ghibah di ayat ini hanya berlaku jika yang digunjing itu seorang Muslim sebagaimana diisyaratkan oleh kata "akh/saudara" dalam ayat ini. Dengan merujuk pada QS al-Taubah: 9 yang menegaskan persaudaran seagama itu menggunakan redaksi "ikhwanukum fid din" Habib Prof Quraish Shihab tidak menyetujui pendapat Thabathaba'i di atas. Dengan demikian beliau berpendapat kata "akh/saudara" dalam al-Hujurat:12 tidak hanya berlaku untuk sesama Muslim. Ini contoh bagaimana Tafsir al-Misbah berbeda pandangan dengan Tafsir al-Mizan. Dalam dunia ilmiah, hal ini wajar saja.

Dari ketiga poin di atas terbantahlah mereka yang menganggap Habib Prof Quraish Shihab sebagai Syi’ah dikarenakan beliau merujuk kepada tafsir al-Mizan ulama Syi’ah. Semoga ini bisa meluruskan fitnah keji yang terus menerus diedarkan oleh sementara pihak terhadap beliau. Semoga beliau selalu dikaruniai kesehatan dan dijaga oleh Allah dalam membina umat lewat keteladanan, kesantunan dan kedalaman ilmu beliau.

Penulis adalah Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Videos

Gallery

Recent Post